Rabu, 21 Maret 2012
BIOGRAFI
Personal
Lahir di timur Jakarta pada awal tahun 2006 silam, Last Child terbentuk dari trio Virgoun (24, vokal & gitar), Dimas (22, bass & vokal), dan Ari (23, drum). Mereka berubah menjadi kuartet sejak Juli 2009, merekrut Yodi (25, gitar) untuk memperkaya eksplorasi musik mereka.
Karir
Setelah merilis mini album di 2001 berjudul GROW UP dengan 100% semangat swadaya, tahun 2008 lalu di bawah bendera Fake Records mereka unjuk gigi dengan album berjudul EVERYTHING WE ARE EVERYTHING. Album yang perlahan tapi pasti semakin memperluas basis massa Last Friends, sebutan bagi fans Last Child. Album ini juga melahirkan hits di kalangan Last Friends seperti Diary Depresiku, Pedih, dan Kembali.
Per April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends secara rutin berinteraksi di www.facebook.com/lastchild. Dan berkat kesetiaan nan spartan dari Last Friends pula, RBT Last Child dari album "Everything We Are Everything" sudah menembus angka lebih dari 300,000 download. Sungguh sebuah angka yang fenomenal bagi sebuah band indie yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.
Dibawah naungan Dr.M lagu Diary Depresiku dimastering ulang oleh Jemi Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), seorang putra tanah air jebolan Berklee College of Music, USA.
Lahir di timur Jakarta pada awal tahun 2006 silam, Last Child terbentuk dari trio Virgoun (24, vokal & gitar), Dimas (22, bass & vokal), dan Ari (23, drum). Mereka berubah menjadi kuartet sejak Juli 2009, merekrut Yodi (25, gitar) untuk memperkaya eksplorasi musik mereka.
Karir
Setelah merilis mini album di 2001 berjudul GROW UP dengan 100% semangat swadaya, tahun 2008 lalu di bawah bendera Fake Records mereka unjuk gigi dengan album berjudul EVERYTHING WE ARE EVERYTHING. Album yang perlahan tapi pasti semakin memperluas basis massa Last Friends, sebutan bagi fans Last Child. Album ini juga melahirkan hits di kalangan Last Friends seperti Diary Depresiku, Pedih, dan Kembali.
Per April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends secara rutin berinteraksi di www.facebook.com/lastchild. Dan berkat kesetiaan nan spartan dari Last Friends pula, RBT Last Child dari album "Everything We Are Everything" sudah menembus angka lebih dari 300,000 download. Sungguh sebuah angka yang fenomenal bagi sebuah band indie yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.
Dibawah naungan Dr.M lagu Diary Depresiku dimastering ulang oleh Jemi Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), seorang putra tanah air jebolan Berklee College of Music, USA.
Biografi Last Child

Last Child adalah sebuah band yang terbentuk pada awal tahun 2006 lalu dengan beranggotakan 3 orang yaitu Virgoun, Dhimaz, Ary Cever.. Kami terbentuk di sebuah tempat dimana kami berkumpul, tertawa, suka, duka bersama. Sebelumnya kami juga pernah tergabung dalam satu band,tetapi kami mengalami perpecahan band tersebut. Akhirnya kami di pertemukan kembali oleh tuhan dengan formasi baru yaitu LAST CHILD yang bertahan hingga saat ini untuk bisa berkarya dan bergabung di deretan band-band lainnya. Kami memutuskan untuk lebih serius dalam memajukan band ini dalam industri musik tanah air.
Last Child pun terus berupaya dalam berkarya. Seiring dengan berjalannya waktu, kami mencoba untuk membuat lagu sendiri, kami menamakan genre kami yaitu "proggressive punk'pop". Berikut ini band-band yang menjadi influence kami diantaranya adalah blink182 [R.I.P], Fall Out Boy, Paramore, motion city soundtrack, boxcarracer, transplants, rancid, angels and airwaves. Seiring berjalannya waktu, kami menambah unsur harmonic (synth) di dalam musik-musik yang kami ciptakan. Dan kamipun memutuskan untuk merekrut seseorang yang bernama "Bayu" yang kami jadikan additional saat live performance untuk memainkan synthisizer. Kami mencoba untuk memberi warna musik kami, dengan ciri khas musik kami sendiri. Semua kami pilih untuk kami sajikan dan semoga musik kami dapat diterima oleh masyarakat khususnya para pecinta musik. rock..beat n kick yeah......!!!!!!!!
Personil Last Child

Yodi, Gitaris Last Child

Virgoun, Vokalis & Gitaris Last Child

Dimas, Vikalis & Bassis last Child

Ari “Ceper” Drummer last Child
Per April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends secara rutin berinteraksi di www.facebook.com/lastchild. Dan berkat kesetiaan nan spartan dari Last Friends pula, RBT Last Child dari album “Everything We Are Everything” sudah menembus angka lebih dari 300,000 download. Sungguh sebuah angka yang fenomenal bagi sebuah band indie yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.
Dibawah naungan Dr.M lagu “Diary Depresiku” dimastering ulang oleh Jemi Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), seorang putra tanah air jebolan Berklee College of Music, USA.
Dan Hingga April 2011, tercatat bertambah menjadi lebih dari 1,450,913 orang Last Friends yg berinteraksi di Fanpage mereka. Dan juga angka download RBT yang semakin meningkat.
Dengan kepercayaan penuh akan kerja keras dan ketulusan jiwa, Last Child siap terus menginspirasi generasi muda di luar sana dengan satu pesan penting: kerasnya hidup tak selayaknya mematahkan asa untuk berkarya..
Tentang Last Child
|
| ||||||||||||||||||||||
Langganan:
Postingan (Atom)





































































